.

.
.

Selasa, 12 Juli 2011

Sejarah Bengkulu


Sejarah Bengkulu

Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal.

Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris "Cut Land" yang berarti tanah patah wilayah ini adalah wilayah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1713, dibangun benteng Marlborough (selesai 1719) yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun demikian, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda, dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung). Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas di daerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan, termasuk Sukarno. Di masa inilah Sukarno berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi isterinya.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bengkulu menjadi keresidenan dalam provinsi Sumatera Selatan. Baru sejak tanggal 18 November 1968 ditingkatkan statusnya menjadi provinsi ke-26 (termuda sebelum Timor Timur).

Sumber : Wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Portal KBR

BERITA NHK RADIO JAPAN

Berita Rakyat Bengkulu

Berita Kesehatan

Berita Olahraga

Berita Sepakbola

FLARAS TOP HITS ( Ajang Tanding Lagu Pribumi )

INILAH 10 LAGU FLARAS TOP HITS.

Pekan KE 44 - . Edisi 03 Nopember 2013

1. Repvblik - Selimut Tetangga. (Jawara Minggu Ini)

2. Bams - Selalu Mencintaimu.

3. Java Jive - Keliru.

4. De'Neno - Berhasil sakitiku.

5. Cynthia - Tak Ada Jawabnya

6. Nikita Willy - Surat Untuk Tuhan

7. Alika - Aku Pergi.

8. SAMMY SIMORANGKIR - Kau harus bahagia.

9. Judika ft Duma - Sampai Akhir.

10.Samsons - Di ujung jalan.

Lagu Keluar : Ildo - Dibuang Sayang

Setiap hari minggu pagi jam 08.00 s/d 09.00 teng bareng Bang Fikrie Pratama

Popular Posts

Terimakasih atas kunjungan anda di Radio Flamboyan FM Bengkulu - Radionya Temen Muda dan Keluarga Bengkulu - Frekuensi Channel : 105,9 MHz - Call Sign : PM 3 FEI +++++++++++